Kamis, 10 September 2009

Teruslah Bergerak, saudara ku


Ketika terjadi penyudutan dan mempersempit ruang gerak suatu kepercayaan atau agama tentunya akan menjadi pertanyaan kepada kita semua dimanakah letak demokrasi bangsa kita ini? Bukankah katanya setiap umat beragama itu berhak menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing, dan bukankah dakwah adalah salah satu amalan ibadah seorang muslim? Pada dasarnya kemunculan demokrasi menandakan kemunculan kebebasan kita untuk berekspresi dan menjaga ketertiban. Namun yang salah adalah ketika ada pihak yang menyalahgunakan arti kebebasan untuk melakukan pengrusakan dan ketidakmampuan mencegahnya dengan cara-cara yang tidak merusak ketertiban itu sendiri.

Realita inilah yang sedang terjadi pada negeri kita saat ini. Beberapa pihak yang ingin memberantas terorisme tampaknya kurang tepat dalam mengambil kebijakan pencegahan sehingga dikhawatirkan pendekatan keamanan yang menggunakan perangkat-perangkat intelijen yang bertujuan mulia untuk meningkatkan control justru malah menimbulkan terror bagi masyarakat.

Dampak dari pengawasan terhadap dakwah tentunya sudah sangat bisa dirasakan terutama oleh orang-orang yang telah berada dalam lingkaran dakwah ini. Banyak agenda besar untuk membangun peradaban yang harus tertunda karena semakin banyaknya orang yang enggan bertanggung jawab, padahal setiap manusia itu kelak akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT dan tentunya Allaf SWT telah berjanji kepada kita semua bersedia dengan ikhlas berjuang di jalan Nya :

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad : 7)

Maka sudah sepatutnya kita di masa yang sedang carut marut ini untuk kembali merapatkan barisan, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berjuang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. Dan jauhilah perjuangan kita dari segala bentuk perselisihan atau pun kecemburuan karena ketika hal itu yang muncul maka akan menjadi pertanyaan bagi kita semua bahwa sebenarnya selama ini apa tujuan kita melakukan dakwah ini?

Bukankah seharusnya tujuan kita dalam dakwah ini bukanlah untuk mengharapkan sesuatu pun dari manusia; tidak pula mengharapkan benda atau imbalan lainnya; tidak juga popularitas, apalagi sekadar ucapan terima kasih. Seharusnya hal utama yang kita harapkan hanyalah ridho dan pahala dari Allah SWT; Dzat yang telah menciptakan kita. Sehingga beranilah karena benar dan takutlah karena salah, selama apa yang kita lakukan adalah sebuah nilai kebaikan yang tidak mendzalimi orang lain maka lakukanlah tanpa ragu. Jadi pantaskah kita diam hanya karena diawasi oleh beberapa pihak yang pada hakikatnya sama seperti kita padahal selama ini Sang pencipta kita juga selalu mengawasi seluruh aktifitas kita?.



0 komentar:

Poskan Komentar